Entri Populer

Jumat, 27 Januari 2012

the bloody action wound care


26 mei 2011

20 lembar kassa besar, 10 lembar kassa kecil, 2 flabot NaCl 0,9%, 3 bungkus metronidazole serbuk, 7 lembar ca alginat, 3 ampul adrenalin, 1 buah spuit 5 cc, 1 buah pampers dewasa ukuran XL yang dibagi 2, 1 gulung hipafix, 2 orang perawat dan 1 jam 15 menit. 

Dapatkah kau bayangkan mengapa merawat luka sampai menghabiskan semua hal yang tersebut diatas? Dapatkah kau bayangkan seberapa besar lukanya? Seberapa deras aliran darah yang keluar dari lukanya? Dan..dapatkah kau bayangkan seberapa sedap aromanya?

Ambil bola basket besar, belah dan sisakan 1/3 bagiannya, 2/3 nya adalah ukuran luka itu. Posisi luka di dada kiri melebar keperut dan punggung. Timbul membesar ke permukaan. Ukuran dan posisi yang cukup membuat si Ibu sulit bergerak, hingga diperlukan dua orang untuk membantunya miring. Termasuk posisi yang cukup sulit untuk perawatan lukanya.

Satu persatu plester dibuka, 2 flabot NaCl 0,9% habis untuk mencuci semua bagian luka, dari tepi yang kering dialiri ke bagian yang lebih basah dan kotor, sambil dialiri NaCl dengan lembut dan perlahan satu persatu kassa dilepaskan. Kotor memang, karena ini bukan luka yang didapat di meja operasi, oleh karenanya prinsip bersihlah yang dipakai. Semua warna dasar luka dari hitam, kuning sampai merah ada disana.

Lalu, perangpun dimulai.. diawali dari darah yang mengucur...
Lihatlah aliran infus yang kau loose clamp sebelum di sambungkan ke IV catheter, memancar deras, begitulah aliran darah yang keluar dari pembuluh-pembuluh darah collateral (collateral vasculer_kita sebut saja si collvas) yang membuat luka itu tumbuh dengan suburnya, pembuluh darah buatan sel-sel penyusup yang berhasil mengalihkan sebagian besar nutrisi tubuh untuk menghidupi keluarga besar sel abnormal pembuat malapetaka. Begitu deras pancaran darah yang keluar tak mampu mengalahkan 2 ampul adrenalin yang disemprotkan ke pembuluh darah terbuka itu, collateral vasculer yang benar-benar bandel, tak mau sedikitpun ia konstriksi. 

Jurus kedua dikeluarkan, kali ini si coklat muda Ca alginat yang beraksi dibantu oleh si putih kassa, 7 lembar Ca alginat ditempel tanpa tersisa, ditambah kassa besar 5 lembar, berhasil, untuk beberapa saat, akhirnya ditambah 3 lembar lagi dengan 1 ampul adrenalin disemprotkan diatasnya, berhasil. Tak mau kalah, si collvas di sudut yang lain ikut menampakkan dirinya, ia tunjukkan kelihaiannya memancarkan darah. Hmm, rupanya ia belum kapok, tenang saja.. biarpun tangan kiriku masih nge-dep di sisi kiri, aku masih punya tangan kananku, ku tutup dengan 10 lembar kassa besar dan KO-lah dia. Lumayan untuk beberapa saat. 

Kedua telapak tanganku sudah kurentangkan selebar-lebarnya, masih saja ada pion-pion yang menyusup, pancaran collvas yang lebih kecil merembes disela-sela jariku..hwaa.. kedua tangan partnerku yang juga sedang sibuk membersihkan sisi luka yang lebih kering akhirnya ikut berperang ke sisiku. Keluarlah jurus ke tiga, pampers dewasa ukuran XL yang akhirnya memukul mati aksi penyerangan si collvas dan bala tentaranya. Pampers yang telah dibagi dua itu tertempel rapi menghentikan the bloody action wound care hari ini. 

So..how about the smell? Gimana dengan baunya? Tidak perlu dibayangkan, tariklah napas dalam-dalam tiga kali, dan kau akan merasakan sebuah rasa syukur yang mendalam, ya, rasa syukur, minimal akan membuatmu lebih menyukai bau keringatmu sendiri. Hehe.. Jangan khawatir, kita keluarkan jurus pamungkas, metronidazol serbuk yang ditaburkan di atas luka akan membuat bakteri-bakteri anaerob pembuat bau menjadi terkapar tak berdaya. The last, 2 lembar kassa besar dan 10 lembar kassa kecil menutup sisi lain dari luka yang tidak terlalu basah dan sebagiannya kering. Dressing tanpa jendela oleh si putih berpori hipafix yang akan mempercantik balutannya. Sekarang si Ibu sudah bersih, good looking, dan tanpa bau.. tersenyumlah si Ibu dengan caktiknya.

Ada yang bertanya ga bagaimana 2 orang perawatnya? Hmm..meskipun 1 jam 15 menit cukup membuat badan rasanya hampir teler, tapi ada kepuasan dan kebahagiaan yang membuat 2 orang perawat itu semakin menikmati tugasnya. Mereka semakin mencintai profesinya. *=)

To be continue.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar